UNSUR TAUHID DALAM LA GALIGO: EDISI TEKS DAN KAJIAN ISI EPISODE TAGGILINNA SINAPATIE

Collection Location Perpustakaan FIB UNHAS, Makassar
Edition
Call Number SKR-D-2021 ABD u
ISBN/ISSN
Author(s) ABDI MAHESA
Subject(s)
Classification
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher Fakultas Ilmu Budaya Unhas
Publishing Year 2021
Publishing Place Makassar
Collation xiii, 288 hlm., 29 cm.
Abstract/Notes Abdi Mahesa, 2021. Skripsi ini berjudul “Unsur Tauhid Dalam La Galigo: Edisi Teks dan Kajian Isi Dalam Episode Taggilinna Sinapatié” Departemen Sastra Daerah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin. Dibimbing oleh Prof. Dr. Nurhayati Rahman. M.S (Pembimbing I) dan Dr. Andi Muhammad Akhmar. M. Hum (Pembimbing II).
Penelitian ini mengangkat La Galigo dengan episode Taggilinna Sinapatié sebagai objek kajian. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan unsur Tauhid dalam La Galigo termasuk pada pola-pola penyebaran Islam melalui media sastra tradisional. Penelitian ini menggunakan metode filologi yang menjadikan naskah sebagai sumber data dan didukung dengan data pustaka dan data lapangan. Penelitian ini dilakukan dengan langkah kerja berupa pengumpulan dan inventarisir koleksi naskah yang ditemukan kemudian dibandingkan dan ditentukan satu naskah yang unggul. Langkah kerja selanjutnya yaitu melakukan edisi teks berupa transkripsi dan terjemahan. Transkripsi dilakukan dalam penelitian ini mengingat aksara Bugis melambangkan kombinasi konsonan yang diikuti oleh vokal, geminasi dan konsonan serta prenasal yang tidak dilambangkan. Adapun terkait dengan Terjemahan, penelitian ini menggunakan bentuk penerjemahan ideomatis tanpa mengurangi nilai sastra di dalamnya. Setelah dilakukan edisi teks, langkah selanjutnya yaitu analisis unsur sastra dan tauhid ditentukan pola-pola penyebaran Islam yang terkandung dalam teks.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa naskah dengan kode Roll 12. No. 18 merupakan naskah yang paling unggul dari tiga naskah pada episode Taggilinna Sinapatié. Setelah dilakukan edisi teks dari naskah tersebut, unsur sastra yang terdapat dalam teks Taggilinna Sinapatié dapat dilihat dari formula perpuisian yang menggunakan metrum lima suku kata pada setiap segmennya. Selain formula, dilihat adanya struktur naratif cerita yang menunjukkan adanya penyair sebagai pencerita primer sebagai pembicara. Lalu kemudian ada pencerita sekunder yang muncul sebagai tokoh lain dalam teks dengan ide dan pesan yang disapampaikan melalui dialog. Pada Situasi narator terhadap dunia rekaan, pencerita sebagai sudut pandang luar atau dikenal dengan istilah fokalisator ekstern dan pembaca yang melihat cerita itu sendiri dengan sudut pandangnya atau dikenal dengan istilah fokalisator intern. Kisah pada tokoh dalam TS diceritakan oleh pencerita dengan berbagai tokoh sehingga tampil berbagai sudut pandang yang saling berlainan. Sudut pandang dalam atau fokalisasi intern dapat dilihat saat penyair menggambarkan saat Salinrung Langiq turun ke Toddang. Pada bagian fokalisator ektern memberikan dan menyajikan sudut pandang intern kepada pembaca melalui peranan sejak pada baris awal dalam membangun cerita lewat tokoh
Adapun unsur Tauhid di dalam teks Taggilinna Sinapatié terdiri atas kalimat syahadat yang diserukan oleh dewa-dewa yang akan mengakhiri kekuasaanya, dua puluh sifat wajib Allah sebagai bagian dari ilmu tarikat yang menguatkan aqidah setiap muslim dan Surah Al-Furqan sebagai pembeda antara perkara benar dan salah atau antara yang haq dan batil. Istilah Taggilinna Sinapatié sendiri menjadi ungkapan peristiwa yang menandai terbitnya fajar baru dalam keberimanan orang Bugis yang meyakini eksistensi Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa

Kata Kunci: Filologi, Edisi Teks Taggilinna Sinapatié, Sastra, Tauhid.
Specific Detail Info
  Back To Previous