PHATIC COMMUNION IN ENGLISH AND INDONESIAN OF MAKASSARESE DIALECT: A PRAGMATICS STUDY

Collection Location Perpustakaan FIB UNHAS, Makassar
Edition
Call Number SKR-ING-2020 NUR p
ISBN/ISSN
Author(s) Nurnaningsih
Subject(s)
Classification SKR-ING-2020 NUR p
Series Title
GMD Text
Language English
Publisher Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin
Publishing Year 2020
Publishing Place Makassar
Collation x + 108 hlm.; 20 x 28 hlm.
Abstract/Notes NURNANINGSIH. 2020. Phatic Communion in English and Indonesian of Makassarese Dialect: A Pragmatics Study (supervised by Abdul Hakim and Ria Rosdiana Jubhari).
The objectives of this study are to: (1) find out the forms of phatic communion employed by the characters in “The Perfect Date” movie; (2) find out the forms of phatic communion used by Makassar Zoomers; (3) describe why the characters in “The Perfect Date” movie and Makassar Zoomers employ phatic communion.
The research used descriptive qualitative method. The researcher collected the data by quoting techniques namely recording, listening and transcribing. The selected data were classified based on the forms of phatic communion. After that, the researcher described the data based on pragmatics study.
Based on the results of data analysis, there are nineteen forms of phatic communion in the movie used by the characters in “The Perfect Date” movie and used by Makassar Zoomers namely greeting, thanking, asking, inviting, offering, rejecting, accepting, apologizing, showing sympathy, congratulating, teasing, joking, complimenting, comforting, expressing disappointment, saying bad words, gossiping, looking for a topic to get closer, and parting.
Keywords: The Perfect Date movie, Makassar Zoomers, phatic communion, pragmatics study.

ABSTRAK

NURNANINGSIH. 2020. Basa-Basi dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia Dialek Makassar: Studi Pragmatik (dibimbing oleh Abdul Hakim dan Ria Rosdiana Jubhari).
Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mengetahui bentuk-bentuk basa-basi yang digunakan oleh karakter dalam film “The Perfect Date”; (2) mengetahui bentuk-bentuk basa-basi yang digunakan oleh Makassar Zoomers; (3) menjelaskan mengapa karakter dalam film “The Perfect Date” dan Makassar Zoomers menggunakan basa-basi.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penulis mengumpulkan data dengan teknik pengutipan yakni merekam, menyimak dan mencatat. Data yang telah terpilih kemudian diklasifikasi berdasarkan bentuk-bentuk basa-basi. Setelah itu, penulis menjelaskan data berdasarkan studi pragmatik.
Hasil penelitian menunjukkan ada sembilan belas bentuk basa-basi yang digunakan oleh karakter dalam film “The Perfect Date” dan Makassar Zoomers yaitu basa-basi menyapa, basa-basi berterimakasih, basa-basi meminta, basa-basi mengundang, basa-basi menawarkan, basa-basi menolak, basa-basi menerima, basa-basi meminta maaf, basa-basi menunjukkan rasa simpati, basa-basi mengucapkan selamat, basa-basi mengejek, basa-basi bercanda, basa-basi memuji, basa-basi menghibur, basa-basi dalam mengungkapkan kekecewaan, basa-basi mengumpat, basa-basi bergosip, basa-basi untuk mencari topik pembicaraan agar lebih akrab, dan basa-basi berpamitan.
Keywords: Film The Perfect Date, Makassar Zoomers, basa-basi, studi pragmatik.
Specific Detail Info
  Back To Previous