KERAJAAN BONE PADA MASA PEMERINTAHAN RAJA BONE KE-31 LA PAWAWOI KARAENG SIGERI TAHUN 1895-1905

Collection Location Perpustakaan FIB UNHAS, Makassar
Edition
Call Number SKR-S-2018 IND k
ISBN/ISSN
Author(s) INDAH SRI AYU
Subject(s)
Classification SKR-S-2018 IND k
Series Title
GMD Text
Language Indonesia
Publisher Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin
Publishing Year 2018
Publishing Place Makassar
Collation xviii + 127 hlm.
Abstract/Notes ABSTRAK
Indah Sri Ayu, dengan judul “Kerajaan Bone pada Masa Pemerintahan Raja
Bone ke-31 La Pawawoi Karaeng Sigeri Tahun 1895-1905”, dibimbing oleh Dr.
Suriadi Mappangara, M.Hum dan Dr. Amrullah Amir, S.S., M.A.
Penelitian ini secara umum menggambarkan Kerajaan Bone pada masa
pemerintahan Arumpone ke-31, La Pawawoi Karaeng Sigeri tahun 1895-1905.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas latar belakang Belanda
mendukung La Pawawoi Karaeng Sigeri menjadi Arumpone ke-31. Selain itu,
penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui secara jelas penyebab La Pawawoi
Karaeng Sigeri tiba-tiba menunjukkan perubahan sikapnya terhadap Belanda, yang
kemudian berujung pada penentangan terhadap Belanda.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah dengan
beberapa tahapan. Tahapan-tahapan tersebut diantaranya, pengumpulan sumber lalu
dilakukan kritik terhadap sumber kemudian diolah dengan cara analisis (interpretasi)
dan yang terakhir adalah penulisan atau historiografi. Sebagian besar tahap
pengumpulan sumber dilakukan di Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Propinsi
Sulawesi Selatan yang beralamat di Jalan Perintis Kemerdekaan KM.12 No.146,
Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan
Penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan yang terjalin antara La
Pawawoi dengan Belanda, sebenarnya merupakan taktik Belanda untuk menguasai
Kerajaan Bone secara keseluruhan. Ketika pada awalnya La Pawawoi membantu
Belanda menaklukkan beberapa wilayah di Sulawesi Selatan, lalu sebagai balasannya
Belanda mengupayakan lancarnya suksesi La Pawawoi menjadi Arumpone ketika
terjadi polemik internal di Kerajaan Bone. Namun hubungan Bone dengan Belanda
pasca kepemimpinan La Pawawoi semakin lama semakin memanas, hal ini
diakibatkan oleh Belanda yang mengajukan beberapa tuntutan yang dianggap sangat
merugikan bagi Kerajaan Bone. Tuntutan-tuntutan tersebut kemudian ditolak dan
membawa kedua belah pihak pada salah satu peperangan yang menentukan tonggak
perjalanan sejarah di Sulawesi Selatan.
Kata Kunci: Kerajaan Bone, La Pawawoi, Kolonial Belanda, Perang.
xviii
ABSTRACT
Indah Sri Ayu, entitled “Bone Kingdom during the reign of the 31th Bone King
La Pawawoi Karaeng Sigeri 1895-1905”, Guided by Dr. Suriadi Mappangara,
M.Hum and Dr. Amrullah Amir, S.S., M.A.
This research describes the Kingdom of Bone during the reign of 31th
Arumpone, La Pawawoi Karaeng Sigeri in 1895-1905. The main purpose of this
research was to find out the reason Dutch supported La Pawawoi Karaeng Sigeri
became the 31st Arumpone. Other than that, this research also aims to determine why
La Pawawoi Karaeng Sigeri suddenly changed his attitude towards the Dutch were
finally against the Dutch.
The research method used is the method of historical research with several
other stages. The stages are collecting the source, criticizing the source and then
processing it by way of analysis (interpretation) and the last is writing or
historiography. Most of the resource collection stage is done in Badan Arsip dan
Perpustakaan Daerah Propinsi Sulawesi Selatan is located at Jalan Perintis
Kemerdekaan KM.12 No.146, Tamalanrea, Makassar City, South Sulawesi.
This research concludes that the relationship between La Pawawoi and the
Dutch is actually a Dutch strategy to be able to control the Kingdom of Bone as a
whole. At first La Pawawoi help the Dutch in conquering some areas in southern
Sulawesi. For his services, Dutch East Indies tried to make La Pawawoi become
Arumpone when there was an internal polemic in the Kingdom of Bone. But Bone's
relationship with the Dutch during the leadership of La Pawawoi was getting worse,
this is caused by the Dutch who filed several demands that are considered very
detrimental to the Kingdom of Bone. The demands were rejected and brought both
sides to one of the wars that became a great history in South Sulawesi.
Keyword: Bone Kingdom, La Pawawoi, Dutch Colony, War.
Specific Detail Info
  Back To Previous