Analisis Kriminologis Illegal Fishing di Perairan Makassar

Collection Location Perpustakaan PPS UMI, Makassar
Edition
Call Number TES-MH18 MUN a
ISBN/ISSN
Author(s) MUNAWIR.
Subject(s) Ilmu hukum
Classification TES-MH18 MUN a
Series Title
GMD CD-ROM
Language Indonesia
Publisher PPs UMI
Publishing Year 2018
Publishing Place Makassar
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
MUNAWIR. NIM: 0022.02.45.2016. Analisis Kriminologis Illegal Fishing di
Perairan Makassar (Studi Dit. Polairud di Polda Sulawesi Selatan).
Dibimbing oleh: H. MA’RUF HAFIDZ dan SATRIH HASYIM.
Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui dan menganalisis
frekuensi terjadinya illegal fishing perairan Makassar; dan 2) Mengetahui
dan menganalisis faktor yang mendorong terjadinya illegal fishing di
Perairan Makassar.
Tipe penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan
yuridis-empiris. Sifat penelitian ini adalah deskriptif dan preskriptif (apa
yang seharusnya), dimana perpaduan tipe ini bertujuan untuk saling
mendukung dan bersinergi mengungkapkan secara empiris tentang
analisa kriminologis illegal fishing di Perairan Makassar dan faktor-faktor
yang mempengaruhinya, serta upaya penanggulangannya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Frekuensi terjadinya
kriminal illegal fishing di perairan Makassar, yaing meliputi: Penggunaan
bahan peledak, menggunakan bahan kimia/bius ikan, karena menyalahi
daerah penangkapan ikan, dank arena penangkapan ikan tanpa Izin
(SIUP, SIPI, SIKPI) di perairan Makassar berada pada kategori kadangkadang
hingga sering terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa penegakan
hukum terhadap kriminal illegal fishing karena penangkapan ikan tanpa
Izin (SIUP, SIPI, SIKPI) di perairan Makassar belum efektif; (2) Substansi
hukum, struktur hukum, budaya hukum, pengetahuan hukum, kesadaran
hukum, dan faktor ekonomi berpengaruh terhadap terjadinya kriminal
illegal fishing di Perairan Makassar, di mana keenam faktor tersebut harus
terus diberdayakan secara maksimal agar penegakan hukum di perairan
Makassar dapat diwujudkan di masa akan datang; (3) Penanggulangan
illegal fishing di perairan Makassar dilakukan secara preventif (patroli
seminggu sekali, bekerjasama instansi lain, melakukan penyuluhan
hukum), dan secara represif (penangkapan pelaku, tahap penyidikan,
tahap pra penuntutan, dan tahap penuntutan serta tahap pengenaan
sanksi hukum bagi pelaku).
Rekomendasi penelitian ini adalah agar kiranya aparat penegak
hukum untuk lebih aktif dalam melakukan patroli serta sosialisasi
mengenai dampak yang ditimbulkan dari illegal fishing serta pengawasan
sebaiknya dilakukan melalui upaya-upaya peningkatan sarana dan
prasarana penunjang operasional serta pelaksaan operasi pengamanan
secara rutin.
Specific Detail Info
  Back To Previous