Perbuatan Melawan Hukum Bank Dalam Perjanjian Kredit (Studi Kasus di Bank Cabang Barru)

Collection Location Perpustakaan PPS UMI, Makassar
Edition
Call Number TES-MH18 SRI p
ISBN/ISSN
Author(s) SRI HARDIYANTI LUKMAN
Syamsuddin Pasamai danH. Hamza Baharuddin
Subject(s) Ilmu hukum
Classification TES-MH18 SRI p
Series Title
GMD CD-ROM
Language Indonesia
Publisher PPs UMI
Publishing Year 2018
Publishing Place Makassar
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
SRI HARDIYANTI LUKMAN Nomor Induk Mahasiswa : 0034.02.44.2016
Perbuatan Melawan Hukum Bank Dalam Perjanjian Kredit (Studi
Kasus di Bank Cabang Barru)
Dibimbing oleh Syamsuddin Pasamai danH. Hamza Baharuddin
Tujuan penelitian ini adalahUntuk mempelajari dan menganalisis
perbuatan melawan hukum bank dalam perjanjian kredit. Untuk
mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
perbuatan melawan hukum bank dalam perjanjian kredit.
Tipe penelitian yang akan digunakan dalam penulisan tesis ini
adalah yuridis-empiris. Lokasi dalam penelitian ini pada Bank BRI Cabang
Barru Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan. Adapun pupulasi
penelitian ini adalah semua pihak yang terkait dalam mempengaruhi
perlindungan hukum bagi bank berkenaan dengan adanya perbuatan
melawan hukum dalam perjanjian kredit, dengan sampel penelitian yaitu
25 (dua puluh lima) Nasabah Bank, 25 (dua puluh lima) Pegawai Bank.
Hasil penelitian menjelaskanPerbuatan melawan hukum bank
dalam perjanjian kredit Kurang Optimal. Hal ini karena masih seringnya
terjadi perbuatan melawan hukum oleh para pihak dalam perjanjian kredit.
Faktor-faktor yang mempengaruhi perbuatan melawan hukum bank dalam
perjanjian kredit antara lain : Faktor Struktur Hukum yang terjadi akibat
lemahnya pengawasan kredit dari pihak bank dan Faktor Budaya Hukum
Masyarakat yang terjadi sebagai akibat kelalaian dari pihak debitur.
Saran dari penulis Bagi PT. BRI Cabang Barru. Proses pemberian
kredit di PT. BRI Cabang Barru sebaiknya perlu mengkaji ulang penilaian
aspek karakter dalam analisis kredit agar semua proses kredit dari awal
sampai kredit dinyatakan lunas berjalan lancar sesuai dengan yang di
perjanjikan oleh kedua belah pihak.Bagi PT. Bank Rakyat Indonesia
Cabang Barru. Dalam pemberian bunga jangan terlalu tinggi, sehingga
debitur dapat melunasi hutangnya dan bias mengurangi resiko kredit
macet. Nasabah selalu dianggap lemah atau pada posisi yang kurang
diuntungkan apabila terjadi kasus perselisihan antara bank dengan
nasabahnya, sehingga nasabah dirugikan. mengatasi permasalahan ini,
perbankan bersama dengan masyarakat harus memiliki beberapa agenda
yang bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap nasabah atau
konsumen perbankan. Agenda tersebut adalah dengan menyusun
mekanisme pengaduan nasabah, membentuk lembaga mediasi
perbankan, meningkatkan transparansi informasi produk dan melakukan
edukasi produk dan jasa bank kepada masyarakat luas
Specific Detail Info
  Back To Previous