PAPARAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PERSEPSI SEKSUAL REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI SOPPENG

Collection Location Perpustakaan PPS UMI, Makassar
Edition
Call Number TES-MKES18 MUU p
ISBN/ISSN
Author(s) Ummu Kalsum
Kurnaesih dan Arman
Subject(s) Kesehatan
Classification TES-MKES18 MUU p
Series Title
GMD CD-ROM
Language Indonesia
Publisher PPs UMI
Publishing Year 2018
Publishing Place Makassar
Collation
Abstract/Notes ABSTRAK
UMMU KALSUM, Paparan Media Sosial Terhadap Persepsi Seksual Remaja Di Sekolah Menengah Atas Negeri Soppeng (dibimbing oleh Een Kurnaesih dan Arman).
Semakin tingginya kasus perilaku seksual hingga HIV pada remaja dilatar belakangi beberapa hal seperti media yang sangat mudah didapatkan melalui internet. Media sosial adalah wadah penyebaran pornografi baik tulisan, foto, maupun video melalui internet. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih mendalam paparan sosial media terhadap persepsi seksual remaja di SMAN Soppeng.
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian sebanyak sepuluh informan biasa, satu informan pendukung, dan satu informan kunci. Tekhnik pengumpulan data menggunakan indepth interview dan observasi. Analisis data menggunakan analisis komponensial (content).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan media sosial terhadap persepsi seksual remaja bervariasi. Penerimaan remaja terhadap tulisan pornoteks, foto vulgar, dan video porno dianggap dapat memberi dampak buruk tetapi hal itu dianggap yang sah-sah saja karena sudah banyak terjadi, namun remaja masih memberikan batasan bahwa pengguna sosial media di bawah umur belum pantas melihat pornografi. Paparan tulisan, foto, dan video porno pada media sosial membuat remaja merasakan rangsangan seksual, mulai berfantasi seksual, sampai melakukan masturbasi. Intensitas remaja terpapar yaitu sering atau bahkan remaja mencari materi sendiri.
Kesimpulan penelitian ini paparan media sosial dapat mempengaruhi persepsi remaja. Remaja mengetahui bahwa pornografi adalah hal yang negatif tetapi tulisan,foto, dan video porno dalam media sosial membuat remaja merasa ingin tahu lebih banyak. Saran: diharapkan orang tua memberikan pendidikan seksual dan pengetahuan agama sejak dini. Memberi pengawasan lebih pada remaja khususnya aktivitas menggunakan media sosial.

Kata kunci : Media Sosial, Persepsi Seksual, Remaja
Pustaka : Tahun 2003 – tahun 2016
Specific Detail Info
  Back To Previous